Langsung ke konten utama

Gizi dan Gastrektomi


SEJARAH

Operasi gastrektomi pertamakali yang sukses dilakukan oleh Christian Albert Theodor Billroth pada penderita Therese Heller, wanita 43 tahun, dengan kanker pada pilorus, 29 Januari 1881 di Vienna, Austria. Operasi yang dilakukan adalah reseksi terbatas pada gaster, yaitu pilorektomi,  dengan transeksi antrum hanya 20 mm proksimal dari batas tumor secara makroskopik dan 15 mm di bawah pilorus. Kemudian anastomosis duodenum dengan tepi dari luka gaster pada kurvatura minor.  Kemudian  Billroth melakukan anastomosis duodenum dengan tepi luka gaster di kurvatura mayor.  Tipe operasi ini kemudian disebut sebagai gastrektomi dengan Billroth I.  Penderitanya meninggal oleh karena metastasis tumor, empat bulan setelah operasi.(1,2)
    Sebelum operasi Billroth yang sukses, prosedur yang sama telah dilakukan oleh Daniel Carr Theodor Marren yang berusia 20 tahun, pada anjing percobaan tahun 1809. Operasi yang pertamakali pada manusia dilakukan oleh Jules Pean, pada penderita dengan tumor pilorus, pada tahun 1879. Tehnik yang digunakan sama dengan operasi yang dilakukan Merren. Penderita meninggal lima hari setelah operasi. Walaupun tidak dilakukan otopsi, namun diduga karena kebocoran dari gastroduodenostomi yang dijahit semuanya dengan catgut. (1,2)
Ahli bedah, juga sebelum Billroth, Ludwig Rydygier yang berusia 29 tahun, melakukan pilorektomi pada kasus tumor pilorik pada tahun 1880. Penderita meninggal 12 jam setelah pembedahan.(1,2)
    Tehnik gastrektomi selanjutnya disebut Billroth II, dilakukan oleh Billroth pada 15 Januari 1885 di Vienna, dan penderitanya selamat. Operasi ini dikerjakan dua tahap pada kasus dengan kanker pilorus yang obstruksi. Tahap pertama berupa anastomosis loop jejunal pada dinding anterior gaster proksimal dari tumor. Tahap kedua dilakukan setelah kondisi pasien membaik, berupa reseksi gaster distal dari anastomosis sekaligus dengan tumornya.(1)
    Hidup tanpa gaster adalah mustahil merupakan kepercayaan para ahli bedah maupun orang awam. Namun kemudian, Schlatter, yang pada tahun 1887 melakukan pengangkatan gaster yang pertama secara sukses pada penderita kanker gaster. Sejak saat itu, rekonstruksi setelah total gastrektomi yang optimal terus dilakukan. (3)
Problem Metabolik
Kehilangan berat badan.
Kehilangan berat badan merupakan hal umum pada penderita yang mengalami reseksi gaster.  Ahli bedah harus berhati-hati bila akan mereseksi gaster untuk penyakit jinak pada wanita kurus.  Ada dua kategori terjadinya penurunan berat badan:  (1) perubahan asupan makanan atau (2) malabsorbsi.  Jika pewarnaan lemak pada feses negatif,  maka penurunan asupan kalori yang menjadi masalah.  Hal ini merupakan penyebab umum penurunan berat badan.  Konsultasi dengan ahli gizi yang berpengalaman dapat mengatasi masalah ini. (5,10-13)

Anemia
Penyerapan zat besi pada traktus gastrointestinal proksimal dan pada suasana asam.  Faktor intrinsik, yang berguna untuk penyerapan vitamin B12, diproduksi oleh sel parietal pada gaster.  Sehingga dapat dimengerti penderita yang telah mengalami reseksi gaster akan mengalami defisiensi zat besi, vitamin B12.
Penderita yang telah di operasi harus diperiksa hematokrit, eritrosit, kadar zat besi dan transferin dan vitamin B12.  Gangguan pada hal tersebut di atas, sebaiknya dikoreksi dengan suplemen oral maupun parenteral. (5,10,12,13)

Penyakit Tulang
Gangguan metabolisme kalsium dan vitamin D seringkali terjadi setelah operasi gaster.  Penyerapan kalsium paling banyak terjadi di duodenum.  Gangguan penyerapan lemak terjadi akibat pencampuran makanan dan enzym digestif yang tidak efisien, sehingga dapat mempengaruhi penyerapan vitamin D. 
Gangguan pada metabolisme kalsium dan vitamin D berakibat pada metabolisme tulang, biasanya bermanifes sebagai nyeri atau fraktur yang terjadi beberapa tahun setelah operasi gaster.
Diet suplemen kalsium dan vitamin D dapat mencegah komplikasi ini. (5,10,12,13)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perhitungan Energi dengan AIBW

a.        Perhitungan Energi v   Langkah Penggunaan AIBW ( Adjusted Ideal Body Weight ) Menghitung berat badan ideal IBW           = (TB – 100) – 10%                    = (160 – 100) – 10% = 54 kg Menggunakan AIBW ( Adjusted Ideal Body Weight ) karena ABW ( Actual Body Weight ) klien lebih besar 120% dari IBW ( Ideal Body Weight ) klien, dimana ABW klien 80 kg dan IBW klien 54 kg. Dibuktikan dengan, ABW/ IBW X 100%               = 80/ 54 X 100%                                                 ...

Cara Menentukan Anak Stunting atau Tidak

Bagaimana cara menentukan anak kita lahir dan tumbuh menjadi anak stunting atau tidak? Cara penentuan anak stunting, menggunakan cara yang sama juga berlaku untuk menentukan status gizi anak berdasarkan indeks antropometri panjang badan menurut umur (PB/U) atau tinggi badan menurut umur (TB/U). Contoh : Anak perempuan umur 7 bulan memiliki panjang badan 61,5 cm. Bagaimanakah status gizi anak tersebut ? Anak perempuan dengan umur 7 bulan, panjang badan 61,5 cm ada di antara -3 SD dan -2 SD. Berdasarkan Kategori dan Ambang Batas Status Gizi Anak, panjang badan anak yang berada di antara -3 SD dan -2 SD tergolong PENDEK. Sehingga dapat disimpulkan status gizi anak perempuan tersebut dikategorikan pendek berdasarkan indeks antropometri panjang badan menurut umur.

Daftar Bahan Makanan Penukar

DAFTAR TABEL KALORI & UNIT Makanan Pokok Golongan A Nama Masakan Berat (gr) Kalori Unit Jagung Rebus 250 90,2 1 Kentang Rebus 200 166 2 Nasi Putih 100 175 2,25 Singkong Rebus 100 146 1,75 Talas Rebus 100 98 1,25 Makanan Pokok Golongan B Bubur 200 44 0,5 Makaroni 25 91 1,25 Nasi tim 100 88 1 Makanan Pokok Golongan C Kentang Goreng 150 211 2,75 Mie Goreng 200 321 4 Bihun Goreng 150 296 3,75 Nasi...